Rabu, 10 April 2013

Prinsip-prinsip Visual



PRINSIP-PRINSIP VISUAL

Bagian alamiah dari pengajaran adalah menyertakan bahan-bahan yang menampilkan citra visual dari apa yang akan di pelajari para siswa. Citra-citra visual ini bisa berupa foto terperinci atau sekedar daftar kosakata. Salah satu peranan visual dalam pembelajaran adalah sebagai sarana untuk menyediakan atau memberikan referensi yang konkret tentang sebuah ide. Beberapa manfaat visual dalam pembelajaran antara lain: visual dapat memotifasi pelajar dengan cara menarik perhatian mereka, mempertahankan perhatian serta mendapatkan respon-respon emosional.
Selain itu visual juga dapat menyederhanakan informasi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Dengan kata lain peranan visual dalam pembelajaran termasuk penting untuk mendukung informasi tertulis dan informasi lisan.

A.    LITERASI VISUAL
Literasi visual adalah kemampuan pelajar untuk menganalisis sebuah pesan visual dalam pembelajaran. Literasi visual dapat dikembangkan melalui 2 macam pendekatan :
v  Strategi input. Membantu pelajar untuk memahami atau membaca visual secara fasih dengan menerapkan kemampuan analisis visual. Misalnya : melalui analisis gambar dan diskusi multimedia dan program video.
v  Strategi output. Membantu para pelajar untuk menyediakan atau menulis visual untuk menyatakan diri mereka sendiri dan berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya : melalui perencanaan dan produksi presentasi visual.

1.  Menafsirkan Visual
Dengan melihat sebuah tampilan visual tidak berarti bahwa seorang pelajar dapat belajar dari tampilan tersebut. Pelajar harus dibimbing untuk dapat memiliki pemikiran yang jelas dan benar tentang tampilan tersebut. Aspek literasi visual yang pertama adalah kemampuan untuk menginterpretasi dan menemukan makna dari stimulus yang ada di sekitar.
a.    Efek perkembangan
Banyak variabel yang mempengaruhi seorang pelajar dalam memaknai sebuah tampilan visual. Anak-anak sampai usia 12 tahun cenderung memaknai tampilan visual secara parsial. Disisi lain anak yang lebih dewasa cenderung mampu uuntuk menggambarkan kembali pesan yang ingin disampaikan dari sebuah tampilan visual. Gambar-gambar abstrak atau rangkaian gambar diam ( still pictures ) kurang sesuai untuk anak-anak                 ( sampai usia 12 tahun ).
b.   Efek budaya
Dalam mengajar, harus disadari bahwa kemampuan pelajar untuk menginterpretasi sebuah tampilan visual dapat dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaannya. Misal, tampilan visual yang menggambarkan kehidupan dijalanan, hampir pasti para siswa yang tinggal dikawasan tersebut akan mengurai makna visual yang berbeda daripada siswa yang latar belakang budayanya tidak meliputi pengetahuan langsung tentang kehidupan perkotaan.
c.    Preferensi visual
Dalam memilih tampilan visual, guru sebaiknya memilih tampilan visual yang paling efektif dari pada memilih tampilan visual yang disukai. Misalnya, pembelajaran untuk anak-anak lebih cocok menggunakan tampilan visual yang sederhana dan tidak menggunakan banyak ilustrasi. Disisi lain tampilan visual pembelajaran untuk anak-anak yang lebih dewasa lebih cocok menggunakan ilistrasi-ilustrasi yang lebih kompleks.
Kebanyakan pelajar lebih menyukai tampilan visual yang berwarna daripada tampilan visual hitam-putih. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua hal tersebut kecuali ketika ada hubungan antara topik yang sedang dipelajari dengan eksistensi warna. Selain warna, pelajar lebih suka tampilan visual dengan menggunakan foto dari pada line drawings. Pada dasarnya tampilan visual yang sederhana akan lebih efektif bila digunakan dalam pembelajaran.
Perbedaan latar belakang mempengaruhi kemampuan setiap pelajar dalam menginterpretasikan sebuuah tampilan visual. Seorang guru dapat membantu mengembangkan kemampuan visual pelajar membiarkan mereka untuk menggunakannya, misal, setiap pelajar dapat belajar dengan melihat dan menganalisa tampilan visual.

2.  Membuat Visual
Aspek literasi visual yang kedua adalah kemampuan pelajar untuk menciptakan sebuah tampilan visual. Sama halnya dengan menulis yang dapat menjadi stimuli untuk membaca, memproduksi media juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengerti tentang media.
a.    Tujuan dari desain visual
Setidaknya ada empat tujuan dasar desain visual yaitu :
·      Memastikan keterbacaan
Sebuah tampilan visual tidak akan dapat berfungsi sampai tampilan itu dapat terbaca oleh setiap orang yang melihatnya. Keterbacaan berhubungan dengan kualitas huruf pada tampilan dalam tingkat kemudahannya untuk dibaca. Tujuan akhir dari sebuah tampilan desain visual yang baik adalah untuk menyingkirkan sebanyak mungkin halangan yang mengganggu penyampaian sebuah pesan pembelajaran.
·      Mengurangi usaha
Seorang desainer pasti merindukan agar peran yang disampaikan melalui sebuah tampilan dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu ia akan berusaha untuk meminimalisir usaha-usaha yang mungkin dibutuhkan oleh setiap orang untuk menangkap isi pesan tampilan visual tersebut.
·      Meningkatkan keterlibatan aktif
Sebuah pesan tidak akan bertahan sampai pesan itu mendapat perhatian. Hal inilah yang menjadi dasar dari salah satu tujuan desain visual. Sebuah sedain sebainya dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian viewer dan untuk membuat mereka memikirkan tentang pesan yang sedang disampaikan.
·      Memusatkan perhatian
Setelah mendapat perhatian viewer, langkah selanjutnya adalah bagaimana mengarahkan perhatian mereka pada bagian terpenting dari tampilan pesan visual yang telah dibuat.
b.   Proses desain visual
Langkah pertama dalam mendesain sebuah tampilan visual adalah dengan mengumpulkan atau membuat ilustrasi gambar dan desain teks yang akan digunakan.
c.    Elemen verbal
Huruf adalah bagian terkecil dari sebuah kata. Sedangkan kata adalah bagian terkecil dari sebuah gagasan. Sebuah gagasan yang baik dan telah tersusun lewat pemilihan kata yang menarik bisa saja berakhir sia-sia karena kegagalan memilih huruf.
Ø  Gaya huruf
Jenis huruf yang dipilih sebaiknya konsisten dan harmonis dengan elemen lain yang ada dalam sebuah desain visual. Untuk keperluan desain pesan pembelajaran jenis huruf yang sederhana lebih diutamakan. Misalnya : huruf-huruf jenis Serif atau Sanserif.
Ø  Jumlah gaya huruf
Sebuah tampilan visual atau rangkaian tampilan visual sebaiknya tidak menggunakan lebih dari dua jenis huruf dan kedua jenis huruuf ini harus sesuai satu dengan yang lain.
Ø  Huruf kapital
Untuk mendapatkan hasil tampilan yang bagus, maka gunakanlah huruf kecil. Huruf kapital lebih baik digunakan hanya pada saat-saat tertentu
Ø  Warna huruf
Warna huruf yang dipakai sebaiknya kontras dengan warna latar (background). Hal ini perlu untuk memudahkan viewer dalam melihat hasil sebuah tayangan fisual.
Ø  Ukuran huruf
Ukuran teks antara
9 pt – 14 p t
      Ukuran tulisan pada judul adalah 14
Ø  Jarak antara huruf
Jarak antara farfum yang satu dengan yang lainnya sebaiknya tidak terlalu lebar. Perlu diperhatikan jenis huruf.
Ø  Jarak antara garis
Jarak vertikal antara tiap baris sangat penting untuk legabilitas. Apabila jarak antara baris terlalu dekat, akan menyebabkan tulisan menjadi kabur dan tak terbaca, tetapi apabila jarak antara baris terlalu jauh, tulisan dalam tayangan akan terlihat kurang menyatu.

B.    JENIS-JENIS VISUAL
Visual bisa dibagi menjadi enam kategori :
1.     Realistik
Visual realistik menampilkan objek sebenarnya yang sedang dipelajari. Misalnya, foto berwarna.
2.     Analogis
Visual analogis menyampaikan sebuah konsep atau topik dengan menampilkan sesuatu lainnya dan menyiratkan kemiripan.
3.     Organisasional
Visual organisasional menampilkan hubungan kualitatif diantara berbagai elemen. Contoh-contoh yang umum meliputi diagram klasifikasi, time lines, diagram alur dan peta.
4.     Relasional
Visual relasional mengomunikasikan hubungan kuantitatif. Contoh-contohnyameliputi diagram batang, grafikbergambar, diagram kue, dan grafik garis.
5.     Transformasional
Visual transformasional menggambarkan pergerakan atau perubahan sesuai dengan waktu dan tempat. Contohnya diagram beranimasi tentang bagaimana menjalankan sebuah prosedur seperti mengikat tali sepatu atau membuat baja.
6.     Interpretif
Visual interpretif menggambarkan hubungan teoritis atau abstrak. Contohnya diagram skematik dari sebuah sirkuit listrik

C.    UNSUR-UNSUR VISUAL
Untuk tujuan memberikan informasi dan/atau pengajaran, perancangan visual mencakup :
1.     Pengaturan
Pertama-tama harus tentukan unsur-unsur apa saja yang disertakan dalam visual. Kemudian pertimbangkan tampilan keseluruhannya. Gagasannya adalah menentukan sebuah pola dasar untuk menentukan bagaimana mata penonton akan mengikuti disepanjang tampilan.
Pada pengaturan harus memperhatikan perataan, bentuk, aturan sepertiga, kedekatan, pengarah, kontras/latar, konsistensi.
2.     Keseimbangan
Sebuah perasaan kesamarataan. Keseimbangan dicapai ketika unsur-unsur dalam sebuah tampilan secara merata tersebar pada tiap sisi sebuah sumbu, entah secara horizontal atau vertikal atau keduanya. Ketika desain tersebut berulang pada kedua sisi, keseimbangannya menjadi simetris atau formal.
3.     Warna
Ketika memilih sebuah skema warna untuk sebuah visual, perhatikan keharmonisan warna. Pett dan Wilson (1996) memberikan alasan untuk penggunaan warna-warna dalam materi pengajaran :
·      Untuk menambah realitas
·      Untuk membedakan antara unsur-unsur sebuah visual
·      Untuk memfokuskan perhatian pada isyarat yang relevan
·      Untuk mengodekan dan mengaitkan secara logis unsur-unsur yang berkaitan
·      Untuk menarik perhatian dan menciptakan respons emosional
4.     Kemudahan Dibaca
Sebuah visual tidak bisa dipahami kecuali kalau seluruh penonton bisa melihat kata-kata dan gambar. Kemudahan untuk dibaca bisa diperbaiki dengan meningkatkan ukuran, jenis huruf dan kotras diantara benda-benda dalam sebuah visual.
5.     Menarik
Visual tidak bisa menampilkan sebuah efek kecuali visual itu menarik dan mempertahankan perhatian para penonton.

D.    MERANCANG SEBUAH VISUAL DENGAN KOMPUTER
Guru dan siswa bisa menggunakan program menggambar untuk tata letak dan desain, serta untuk menggambar dan membuat ilustrasi. Dengan piranti lunak grafis presentasi seperti Microsoft Powerpoint bahkan para pengguna tanpa pelatihan grafis dalam bentuk yang cocok bagi presentasi profesional. Diantara jenis-jenis piranti lunak grafis yang tersedia sebagai berikut :
1.   Program presentasi
Piranti lunak khusus yang mempermudah pembuatan slide / transparan OHP gambar yang menggabungkan teks data dan visual
2.   Program menggambar
Mewarnai memungkinkan pengguna untuk menggambar bentuk-bentuk geometri dengan gaya bebas
3.   Program pendiagraman
Terutama ditujukan untuk membuat diagram, grafis dan diagram
4.   Program peningkatan foto
Memungkinkan manipulasi warna dan penggunaan efek khusus untuk mengubah foto.
5.   Program desktop publishing
Menggabungkan fitur-fitur dari banyak metode lainnya untuk menciptakan produk-produk canggih seperti : laporan, buku dll

E.       MEMBUAT TRANSPARAN OVERHEAD PROJECTOR (OHP)
Cara paling mudah untuk menyiapkan transparan OHP yaitu menggambar langsung pada lembar kerja OHP dengan menggunakan spidol. Jika menggambar dan menulis langsung menggunakan tangan, ingatlah bahwa kerapian itu penting. Begitu pulalah kemudahan keterbacaan.


RANGKUMAN
Dalam bab ini telah dibahas pentingnya visual untuk belajar. Memulai dengan konsep literasi (pemahaman) visual dan menyajikan aspek-aspek penting dari memahami dan membuat visual. Para siswa paling baik belajar ketika visual digunakan dalam instruksi.

















DAFTAR PUSTAKA

Heinich, Robert & Molenda, 1996. Instructional Media and Technologies for Learning (7th Edition). New Jersey

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar