Senin, 03 Juni 2013

PTJJ JAMINAN KUALITAS

Sistem Jaminan Kualitas pada Sistem Pendidikan Tinggi Jarak Jauh
 A. Pengertian Kualitas  seger dan Dochy (1996) mengernukakan bahwa kualitas adalah sesuatu yang bagus, cantik, dan bemilai yang harus ditetapkan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh para ahli yang terkait.  sebagian orang mengartikan kualitas dengan menitik beratkan pada standardisasi. sementara

Selasa, 28 Mei 2013

ASSURE

                                                                                BAB I

TEORI UMUM MEDIA
A.    Teori Media
Secara harfiah media dalam literatur bahasa yang merupakan kalimat jamak dari kata medium yang diartikan sebagai perantara atau pengantar.
Sedangkan pengertian media menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1.      Menurut Lesle J. Brigges dalam Sanjaya (2008:204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.
2.      Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008:204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya.

Senin, 15 April 2013

model pembelajaran ADDIE



Model ADDIE
Salah satu model desain sistem pembelajaran yang memperlihatkan tahapan-tahapan dasar desain sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari adalah model ADDIE. Model ini, sesuai dengan namanya, terdiri dari lima fase atau tahap utama, yaitu (A) analysis, (D) desain, (D) development, (I) irnplementaion, dan (E ) evoaluation. Kelima fase atau tahap dalam model ADDIE perlu dilakukan secara sistemik dan sistematik Model desain sistem
pembelajaran ADDIE dengan komponen-komponennya.
1.      Analisis
Langkah anasis terdiri atas. dua tahap, yaitu analisis kinerja atau performance analysis dan analisis kebutuhan atau need analysis. Tahap pertama yaitu analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan solusi berupa Penyelenggaraan program pembelajaran atau perbaikan manajemen.

Minggu, 14 April 2013

pondasi psikologis kurikulum



PONDASI PSIKOLOGIS KURIKULUM
Ornstein & Hunkins Chapter 4
           Psikologi berkenaan bagaimana orang belajar dan memberikan dasar untuk memahami proses belajar-mengajar. Pertanyaan lain yang menarik ahli psikologi dan ahli kurikulum adalah: Bagaimana seharusnya kurikulum disusun untuk meningkatkan belajar?
          Bagi John Dewey, psikologi merupakan dasar untuk memahami bagaimana individu pembelajar berinteraksi dengan objek dan orang dalam lingkungannya. Proses tersebut berlangsung selama hidup, dan kualitas interaksi menentukan banyak dan jenis belajar. Ralph Tyler menganggap psikologi sebagai saringan untuk membantu menentukan  apa saja tujuan kita dan bagaimana belajar kita terjadi. Yang lebih baru, Jerome Bruner menghubungkan moda-moda berpikir yang mendasari metode yang digunakan dalam berbagai bidang ilmu yang terdiri dari disiplin-disiplin ilmu khusus. Tujuan memanfaatkan metode ini ialah untuk memformulasi konsep, prinsip, dan generalisasi yang membentuk struktur disiplin ilmu. Singkatnya, psikologi adalah unsur yang menyatukan proses belajar; ia membentuk dasar untuk metode, materi, dan aktivitas belajar, dan ia juga berfungsi sebagai daya pendorong untuk membuat keputusan kurikulum (Ornstein & Hunkins, 1988).
          Menurut sejarah, teori belajar yang utama diklasifikasikan atas dua kelompok: (1) teori-teori asosiasi atau behavioris dan (2) teori medan kognitif.
 Behaviorisme
           Para behavioris, yang mewakili psikologi tradisional, berakar pada spekulasi filosofis tentang hakikat belajar – ide-ide Aristoteles, Descartes, Locke, dan Rousseau. Mereka menekankan pengkondisian prilaku dan pengubahan lingkungan untuk memancing respon yang diharapkan dari pembelajar. Teori ini mendominasi psikologi abad ke dua puluh, khususnya selama paruh pertama abad; ia telah berubah menjadi aliran utama untuk menjelaskan proses belajar.

Rabu, 10 April 2013

Tipografi



A.    Tipografi Dasar
Konsep dasar tipografi yang bersangkutan dengan media adalah web, media cetak, atau papan reklame. Kita akan melihat konsep-konsep yang umum sebelum memeriksa bagaimana menerapkannya ke web.

B.     Pengertian Tipografi
Tipografi atau tatahuruf merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

C.    Salinan Tubuh vs Jenis Tampilan
Salinan Tubuh atau teks tubuh mengacu pada isi komunikasi utama, yaitu, konten paragraf. jenis Tampilan, tampilan teks juga disebut judul atau teks, mengacu pada teks yang digunakan untuk dekorasi dan / atau struktur, seperti logo, judul, dan sub-judul. Fokus utama untuk body copy adalah keterbacaan-tidak ada yang ingin mencoba untuk menguraikan suatu Seluruh ayat jenis huruf sulit dibaca dekoratif, terutama pada ukuran kecil. Body copy harus ditetapkan dalam terbaca, sederhana, jenis huruf tidak terlalu kecil.

Prinsip-prinsip Visual



PRINSIP-PRINSIP VISUAL

Bagian alamiah dari pengajaran adalah menyertakan bahan-bahan yang menampilkan citra visual dari apa yang akan di pelajari para siswa. Citra-citra visual ini bisa berupa foto terperinci atau sekedar daftar kosakata. Salah satu peranan visual dalam pembelajaran adalah sebagai sarana untuk menyediakan atau memberikan referensi yang konkret tentang sebuah ide. Beberapa manfaat visual dalam pembelajaran antara lain: visual dapat memotifasi pelajar dengan cara menarik perhatian mereka, mempertahankan perhatian serta mendapatkan respon-respon emosional.
Selain itu visual juga dapat menyederhanakan informasi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Dengan kata lain peranan visual dalam pembelajaran termasuk penting untuk mendukung informasi tertulis dan informasi lisan.

A.    LITERASI VISUAL
Literasi visual adalah kemampuan pelajar untuk menganalisis sebuah pesan visual dalam pembelajaran. Literasi visual dapat dikembangkan melalui 2 macam pendekatan :
v  Strategi input. Membantu pelajar untuk memahami atau membaca visual secara fasih dengan menerapkan kemampuan analisis visual. Misalnya : melalui analisis gambar dan diskusi multimedia dan program video.
v  Strategi output. Membantu para pelajar untuk menyediakan atau menulis visual untuk menyatakan diri mereka sendiri dan berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya : melalui perencanaan dan produksi presentasi visual.